Kurangi Emisi Karbon PLN Konversi Energi, JTE Turut Ambil Bagian

Proses koordinasi dengan kepala unit PLN Gili Genting terkait survey existing PLTD Proyek IPP PLTS Jawa & Madura.

JASATIRTAENERGI – Pemerintah terus melakukan upaya melakukan konversi energy menuju energy hijau. Sesuai dengan Perjanjian Paris, Indonesia memiliki komitmen untuk menurunkan gas rumah kaca sebesar 29 persen pada 2030 dengan upaya sendiri atau setara dengan 314 juta ton Co2 dan 398 juta ton CO2 atau 41 persen dengan bantuan internasional.

Salah satu upaya konversi energy yang dilakukan PT PLN (Persero) yakni mengubah atau mengonversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Saat ini, BUMN sektor kelistrikan ini mulai mengembangkan program dedieselisasi sejak pertengahan 2020. PLN berencana mengonversi hingga 1.873 Mega Watt (MW) atau hampir 2 Giga Watt (GW) PLTD.

Program konversi PLTD ini dilakukan dengan tiga skema, yaitu konversi PLTD ke EBT berkapasitas 499 MW, konversi PLTD ke gas (gasifikasi) 304 MW, dan konversi PLTD menjadi interkoneksi ke jaringan (grid) 1.070 MW.

Untuk program konversi PLTD ke EBT, perseroan pun sudah membuka lelang tahap pertama dengan kapasitas sebesar 212 MW pada 1 Maret 2022 lalu. Pembangkit berbasis Bahan Bakar Minyak (BBM) tersebut tersebar di 183 lokasi.

PLN berencana mengonversi 5.200 unit mesin PLTD yang tersebar di 2.130 titik lokasi melalui tiga tahap. Seperti dikutip dari Bisnis.com, Direktur Megaproyek PLN Ikhsan Asaad mengatakan akan ada 200 titik lokasi PLTD dengan kapasitas 225 MW dengan skema engineering, procurement, and construction (EPC) dan independent power producer (IPP).

Menurut Ikhsan, diperlukan kerja sama dan dukungan dari regulator, investor, dan para pemangku kepentingan terkait dalam proses eksekusi mendorong iklim investasi, sehingga permintaan listrik diharapkan dapat terus tumbuh. “Pilihan teknologi yang akan digunakan adalah PLTS dan baterai,” ungkapnya.

Proses penyebrangan di kepulauan Madura untuk survey existing PLTD Proyek IPP PLTS Jawa & Madura

Dalam rangka upaya koneversi PLTD ke EBT, PT Jasa Tirta Energi selaku anak perusahaan Perum Jasa Tirta 1 (Persero) turut ambil bagian dalam perencanaan konversi energy tersebut. Salah satunya proyek  proyek independent power producer (IPP) PLTS Jawa & Madura

Perjalanan yang melelahkan dalam rangka survey lokasi berjalan cukup dramatis. Tim survey PT Jasa Tirta Energi melakukan penyeberangan dengan menggunakan kapal nelayan melalui selat Madura dari Probolinggo ke Pulau Gili Ketapang. Mengingat pengadaan konversi energy ini memerlukan beberapa kriteria yang wajib diadakan demi pencapaian target energy hijau.

Tim survey PT Jasa Tirta Energi dalam setiap kinerjanya dalam hal ini, selalu melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Untuk koordinasi di wilayah perencanaan PLTS Jasa & Madura, Proses koordinasi dilakukan dengan kepala unit PLN Gili Genting  terkait survey existing.

Proses pengukuran lahan untuk Proyek IPP PLTS Jawa & Madura.

Koordinasi terus dilakukan untuk mengetahui keterbutuhan dalam rangka pembangunan proyek konversi energy, dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Salah satunya dengan melakukan pengukuran lahan yang tersedia di wilayah tersebut.

Perlu diketahui, saat ini PLN memiliki PLTD mencapai 5.200 unit tersebar di 2.130 lokasi, yang rata-rata berada di daerah terpencil (isolated). Pada 2020, konsumsi BBM untuk PLTD mencapai 2,7 juta kl atau setara dengan Rp 16 triliun.

“Diharapkan dengan program konversi PLTD dengan total 499 MW ke EBT ini dapat menurunkan pemakaian BBM sebesar 67 ribu kl, menurunkan emisi CO2 sebesar 0,3 juta ton CO2e, serta meningkatkan bauran energi EBT sebesar 0,15%,” tutur Ikhsan.

Leave A Comment

At vero eos et accusamus et iusto odio digni goikussimos ducimus qui to bonfo blanditiis praese. Ntium voluum deleniti atque.

X