Bagaimana EBT Turut Serta Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Pembangkit Listrik Tenaga Surya BAKTI KOMINFO (Foto Jasa Tirta Energi)

JASATIRTAENERGI – Transisi energi telah berlangsung di seluruh dunia dan perkembangan energi bersih di dunia semakin menjanjikan. Kemajuan teknologi dan implementasi skala luas telah memungkinkan penurunan biaya investasi energi terbarukan, terutama pada PLT Surya (PLTS) dan PLT Bayu (PLTB). Jasa Tirta Energi pun turut mengambil peluang tersebut, dalam akselerasi karya.

Menurut Institute for Essential Services Reform (IESR), hanya dalam satu dekade (2010-2019), harga panel surya dan turbin angin telah turun masing-masing sebesar 89 persen dan 59 peresn. Selain itu, inovasi teranyar di bidang teknologi penyimpanan baterai memberikan akses biaya yang lebih murah pada harga baterai Li-ion, yang turun sebesar 89 persen di periode yang sama.

Dari penjelasan tersebut, Jasa Tirta Energi melihat, bagimana EBT menjanjikan sebagai sebuah investasi jangka panjang. Kebutuhan energi yang terus menerus, memungkinkan bisnis ini akan terus berkembang yang imbasnya kepada perekonomian. Untuk pengadaan tenaga kerja, tentunya akan mengikuti perkembangan yang ada. Semakin tumbuh sebuah perusahaan, tentu saja akan berimbas kepada kebutuhan tenaga kerja.

Di tengah bertumbuhnya pembangunan, Jasa Tirta Energi masih banyak harapan-harapan yang digantungkan dengan pemerintah selaku regulator terkait kebijakan-kebijakan yang ada. Investasi yang cukup tinggi untuk pengembangan EBT, tentu saja membutuhkan dukungan yang tidak setengah-setengah. Upaya ini bisa dengan kebijkan mempermudah investor untuk bekerjasama dengan perusahaan local, hingga kebijakan di daerah, yanag mana project atau investasi itu dibangun.

Dengan PLN, Jasa Tirta Energi telah melakukan beberapa kerjasama. JTE sangat mengapresiasi apa yang dilakukan PLN, dalam hal ini untuk mengadakan energi di daerah. Masih panjang jalan yang harus dilalui tentunya untuk negeri ini. Sekali lagi hal tersebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah secara menyeluruh.

Tantangan yang Dihadapi

Pengembangan energi baru terbarukan di Tanah Air masih harus menghadapi sejumlah tantangan. Dari deretan tantangan tersebut, paling krusial adalah permasalahan terbatasnya bahan baku atau komponen utama yang membuat upaya pengembangan menjadi terhambat. Seringkali terhambat akibat tidak tersedianya bahan baku, contohnya sel baterai di dalam negeri. Cadangan nikel Indonesia merupakan terbesar di dunia, tetapi belum  menjawab kebutuhan yang ada dalam pengembangan baterai. Masih sangat terbatas, jadi untuk bahan baku masih berharap dari import.

Namun, di tengah kendala yang ada, JTE tak boleh kendor dalam berkarya. Segala upaya dilakukan dengan melakukan hubungan kemitraan, kerjasama dengan pihak terkait untuk memeratakan pembangunan, khususnya pengadaaan energy yang berasal dari pemberian Tuhan yang Maha Kuasa.

JTE berupaya menggandeng Pemerintah daerah khusunya di daerah tertinggal, yang mana diketahui juga memiliki potensi alam yang cukup baik. Dengan  kerjasama yang baik, tentunya akan berimbas kepada investor yang akan mempercayakan inevestasinya, melihat kebutuhan energi yang dibutuhkan. Dengan hadirnya energi dalam hal ini listrik, akan berimbas kepada akselerasi masyarakat dalam meningkatkan tarap hidupnya.

Sekali lagi, bukan hal tidak mungkin, energi hadir dan memadai, investor akan berlomba-lomba menanamkan investasinya di wilayah tersebut.

Leave A Comment

At vero eos et accusamus et iusto odio digni goikussimos ducimus qui to bonfo blanditiis praese. Ntium voluum deleniti atque.

X